Gastenboek
Foto's
Contact
uru.gif tanita.gif aboroe2.gif wane.gif
PENYERANGAN TERHADAP AMAN IRA (ABOROE)

Hancurnya kerajaan Aman Ika, telah menjadi dendarn terhadap orang-orang pribumi seluruh negeri Jazirah Hatuhaha Aman Rima Matasiri bagian utara Pula Haruku. Teristimewa tewasnya Kapitan Rasid Pelaputi Salampessy, sebagai Kapitan Negeri
Aman Ira (Pelauw) yang dibunuh Kapitan Tuwa Saya, dimana tubuhnya dibuang di
Pasar Teput adalah merupakan suatu tanda penghinaan terhadap semua masyarakat
Jazirah itu. Maka dari arah timur Pulau Haruku, dari negeri Tihunela sepasukan
penyerang dipimpin oleh Kapitan Sahureka dan dari negeri Aman Huhui sepasukan dipimpin oleh Kapitan Taihutu serta dibantu Kaphan Pentury sebagai kapitan besar
negeri Aman Rima.

Disatu tempat yang bernama Dusun Tuputupua, terjadi pertama kali pertempuran,
karena ditengah perjalanan menuju negeri Aman Ira dapat diketahui Kapitan Tuwa Saya sehingga mereka dihalangi. Pertempuran ini tidak memakan korban jiwa, namun mereka kembali ke negerinya untuk mengatur penyerangan berikutnya. Pada kedua kalinya,
negeri Aman Ira secara diam-diam telah dikepung dari arah timur dan selatan. Perlawanan pun terjadi, semua pasukan penyerang terusik mundur hingga pertempuran dapat bertahan disatu tempat yang bernama Dusun Umekau. Banyak terjadi pertumpahan darah dan
korban jiwa. Kapitan Penturi mati terbunuh oleh Kapitan Tuwa Saya. Tubuhnya dibelah serta ususnya ditarik sepanjang jalan salah satu batang air kecil, maka air ini dinamakan
Air Wae Lakapesi (artinya air dimana usus perut ini ditarik sepanjangnya). Kemudian
tubuh kapitan ini dibawa kesuatu tempat, dipenggal-penggal dan dibuang disitu. Maka tempat ini dinamakan Hita Pari.

Akhirnya semua pasukan penyerang dikejar, sehingga mereka lari berkelompok-kelompok melalui air Wae Kalalewa serta bersembunyi pada satu tempat yang dinamakannya Kalapa Hutui (artinya meloncat lari berkelompok sambil menghilangkan jejak).

Sebab itu, Negeri Aman Ira tidak diserang kembali hingga negeri ini dibentuk menjadi negeri Le’a Lohi — Samasuru.